0

Perkara2 Penting

Posted by dayad on 10.45
HR Ath Thabrani dalam Mu'jamul Ausath no 5750. Dihasankan oleh Syaikh al Albani rahimahullah dalam Shahih Jammi'us Shaghiir no 3045 dan silsilah Al Ahaadiits As-Shahiiah no 1802
dari Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Ada 3 perkara yang membinasakan, 3 perkara yang membawa keselamatan, 3 perkara yang menghapuskan dosa dan 3 perkara yang mengangkat derajat.

Adapun 3 perkara yang membinasakan:
1. Kebakhilan/pelit yang ditaati, 2. Hawa Nafsu yang diikuti, 3. Ujub(merasa bangga) terhadap diri sendiri

Adapun 3 perkara yang membawa keselamatan:
1. Berbuat adil ketika marah dan ridha, 2. Sederhana ketika miskin dan kaya, 3. Takut kepada ALLAH dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan

Adapun 3 perkara yang menghapuskan dosa:
1. Menunggu shalat setelah melaksanakan shalat, 2. Menyempurnakan wudhu pada musim dingin, 3. Berjalan menuju shalat ber-jama'ah

Dan 3 perkara yang menaikan derajat:
1. Memberikan makan, 2. Menyebarkan salam, 3. Shalat malam di saat manusia tidur".

0

BIMBINGAN BERHARI RAYA IDUL FITHRI

Posted by dayad on 15.53
BIMBINGAN BERHARI RAYA IDUL FITHRI


Oleh
Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro
http://www.almanhaj.or.id/content/2829/slash/0

MENGAPA DINAMAKAN ‘ID?
Secara bahasa, ‘Id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.

Kemudian dinamakan ‘Id, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena, biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.

As Suyuthi rahimahullah berkata,”’Id merupakan kekhususan umat ini. Keberadaan dua hari ‘Id, merupakan rahmat dari Allah kepada ummat ini. Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata,”Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, dan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya. Pada masa Jahiliyyah, mereka bermain pada dua hari raya tersebut. Beliau bersabda, ’Aku datang dan kalian mempunyai dua hari, yang kalian bermain pada masa Jahiliyah. Kemudian Allah mengganti dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr dan hari Fithri’.” [Dr. Abdullah Ath Thayyar, Ahkam Al ‘Idain Wa ‘Asyri Dzil Hijjah, hlm. 9].

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN PADA HARI ‘ID
Ada beberapa amalan yang disunnahkan bagi kita pada hari yang berbahagia ini, diantaranya:

1. Mandi.
Pada hari ‘Id, disunnahkan untuk mandi. Karena pada hari tersebut kaum muslimin akan berkumpul, maka disunnahkan mandi seperti pada hari Jum’at. Namun, apabila seseorang hanya berwudhu’ saja, maka sah baginya. (Ibnu Qudamah, Al Mughni, 3/257). Dan kaifiyatnya seperti mandi janabat.
Nafi’ menceritakan, dahulu, pada ‘Idul Fithri, Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma mandi sebelum berangkat ke tanah lapang. [Diriwayatkan Imam Malik dalam Al Muwaththa’, 1/177].

Sa’id Ibnul Musayyib rahimahullah berkata,”Sunnah pada hari ‘Idul Fithri ada tiga. (Yaitu): berjalan kaki menuju tanah lapang, makan sebelum keluar rumah dan mandi. [Irwa’ul Ghalil, 2/104].

2. Berhias Sebelum Berangkat Shalat ‘Id.
Disunnahkan untuk membersihkan diri dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya, memakai minyak wangi dan bersiwak.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْبَسُ يَوْمَ الْعِيْدِ بُرْدَةً حَمْرَاءَ

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, pada hari ‘Id, Beliau mengenakan burdah warna merah". [Ash Shahihah, 1.279].

Imam Malik rahimahullah berkata,”Saya mendengar Ahlul Ilmi, mereka menganggap sunnah memakai minyak wangi dan berhias pada hari ‘Id.” [Al Mughni, 3/258].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Dahulu, ketika keluar pada shalat dua hari raya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenakan pakaian yang terindah. Beliau memiliki hullah yang dikenakannya untuk dua hari raya dan hari Jum,at. Suatu waktu, Beliau mengenakan dua pakaian hijau, dan terkadang mengenakan burdah (kain selimut warna merah)." [Zaadul Ma’ad, 1/426].

*burdah adalah pakaian bergaris merah atau tidak polos (karena terdapat hukum tersendiri untuk pakaian polos bewarna merah (http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3114-hukum-pria-memakai-pakaian-warna-kuning-dan-merah.html))

Sedangkan bagi kaum wanita, tidak dianjurkan untuk berhias dengan mengenakan baju yang mewah, atau mengenakan minyak wangi. Dan hendaknya, mereka menjauh dari kaum lelaki agar tidak menimbulkan fitnah, sebagaimana realita yang kita lihat pada zaman sekarang.

3. Makan Sebelum Shalat ‘Idul Fithri.
Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ. رواه البخاري

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar untuk shalat ‘Idul Fithri, sehingga Beliau makan beberapa kurma". [HR Al Bukhari].

Dan dari Buraidah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَ يَوْمَ النَّحْرِ لَا يَأْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ
فَيَأْكُلُ مِنْ نَسِيْكَتِهِ. رواه الترمذي وابن ماجه

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar pada hari ‘Idul Fithri, sehingga Beliau makan. Dan Beliau tidak makan pada hari ‘Idul Adh-ha, sehingga Beliau pulang ke rumah, kemudian makan dari daging kurbannya".[HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Dahulu, sebelum keluar untuk shalat ‘Idul Fithri, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam makan beberapa kurma, dengan jumlah yang ganjil. Dan pada hari ‘Idul Adh-ha, Beliau tidak makan sehingga kembali dari tanah lapang, maka Beliau makan dari daging kurbannya." [Zaadul Ma’ad, 1/426].

4. Mengambil Jalan Yang Berbeda Ketika Berangkat Dan Pulang Dari Shalat ‘Id.
Disunnahkan untuk menyelisihi jalan, yaitu dengan mengambil satu jalan ketika berangkat menuju shalat ‘Id, dan melewati jalan yang lain ketika pulang dari tanah lapang.

Dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ. رواه البخاري

"Adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika hari ‘Id, Beliau mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang". [HR Al Bukhari di dalam Bab Al ‘Idain]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Dahulu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dengan berjalan kaki, dan beliau menyelisihi jalan; (yaitu) berangkat lewat satu jalan dan kembali lewat jalan yang lain". [Zaadul Ma’ad, 1/432].

Hukum mengambil jalan yang berbeda ini hanya khusus pada dua hari ‘Id. Tidak disunnahkan untuk amalan lainnya, seperti shalat Jum’ah, sebagaimana disebutkan Ibnu Dhuwaiyan di dalam kitab Manarus Sabil 1/151. Atau dalam masalah amal shalih yang lain, Imam An Nawawi menyebutkan di dalam kitab Riyadhush Shalihin, bab disunnahkannya pergi ke shalat ‘Id, menjenguk orang sakit, pergi haji, perang, mengiringi jenazah dan yang lainnya dengan mengambil jalan yang berbeda, supaya memperbanyak tempat-tempat ibadahnya.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal seperti ini tidak bisa diqiaskan. Terlebih lagi amalan-amalan tersebut ada pada zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan tidak pernah dinukil bahwa Beliau mengambil jalan yang berbeda, kecuali pada dua hari ‘Id. Kita mempunyai satu kaidah yang penting bagi thalibul ilmi, segala sesuatu yang ada sebabnya pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Beliau tidak mengerjakannya, maka amalan tersebut tertolak”. Hingga Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Maka yang benar, ialah pendapat yang mengatakan, mengambil jalan yang berbeda, khusus pada dua shalat ‘Id saja, sebagaimana yang zhahir dari perkataan muallif -Al Hajjawi di dalam Zaadul Mustaqni’- karena ia tidak menyebutkan pada hari Jum’at, tetapi hanya menyebutkan pada dua hari ‘Id. Hal ini menunjukkan, bahwa dia memilih pendapat tidak disunnahkannya mengambil jalan yang berbeda, kecuali pada dua hari ’Id”. [Asy Syarhul Mumti’, 5/173-175].

5. Bertakbir.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ البقرة- 185

"Dan supaya kalian sempurnakan hitungan Ramadhan dan bertakbirlah karena yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian, semoga kalian bersyukur". [Al Baqarah:185].

Waktu bertakbir dimulai setelah terlihatnya hilal bulan Syawwal, hal ini jika memungkinkan. Dan jika tidak mungkin, maka dengan datangnya berita, atau ketika terbenamnya matahari pada tanggal 30 Ramadhan. Kemudian, takbir ini hingga imam selesai dari khutbah ‘Id. Demikian menurut pendapat yang benar, diantara pendapat Ahlul Ilmi. Akan tetapi, kita tidak bertakbir ketika mendengarkan khutbah, kecuali jika mengikuti takbirnya imam. Dan ditekankan untuk bertakbir ketika keluar dari rumah menuju tanah lapang, atau ketika menunggu imam datang. [Ahkamul ‘Idain, 24].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: "Takbir pada hari Idul Fithri dimulai ketika terlihatnya hilal, dan berakhir dengan selesainya ‘Id. Yaitu ketika imam selesai dari khutbah, (demikian) menurut pendapat yang benar". [Majmu’ Fatawa, 24/220, 221].

Adapun sifat (shighat) takbir, dalam hal ini terdapat keluasan. Telah datang satu riwayat yang shahih dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, bahwa ia bertakbir pada hari hari tasyriq dengan genap (dua kali) mengucapkan lafadz Allahu Akbar. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dan sanadnya shahih, akan tetapi disebutkan di lafadz yang lain dengan tiga kali.

اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله , اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, وَللهِ الْحَمْدُ

Tidak selayaknya bertakbir secara jama’i, yaitu berkumpul sekelompok orang untuk melafadzkan dengan satu suara, atau satu orang memberi komando kemudian diikuti sekelompok orang tersebut. Karena, amalan seperti ini tidak pernah dinukil dari Salaf. Yang sunnah, setiap orang bertakbir sendiri-sendiri. Seperti ini pula pada setiap dzikir, atau ketika memanjatkan do’a-do’a yang masyru’ pada setiap waktu. [Ahkamul ‘Idain, Ath Thayyar, hlm. 30].

Syaikh Al Albani rahimahullah berkata: "Patut untuk diberi peringatan pada saat sekarang ini, bahwa mengeraskan suara ketika bertakbir tidak disyari’atkan secara berjama’ah dengan satu suara, sebagaimana yang dikerjakan oleh sebagian orang. Demikian pula pada setiap dzikir yang dibaca dengan keras atau tidak, maka tidak disyari’atkan untuk berjama’i. Hendaknya kita waspada terhadap masalah ini" [Silsilah Al Ahadits Shahihah, 1/121].

HUKUM SHALAT ID
Hukum shalat ‘Id adalah fardhu ‘ain, bagi setiap orang untuk mengerjakannya. Dari Ummu ‘Athiyyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata:

أَمَرَنَا -تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- أَنْ نُخْرِجَ فِي الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ. متفق عليه

"Nabi memerintahkan kepada kami (kaum wanita) untuk keluar mengajak ‘awatiq (wanita berusia muda) dan gadis yang dipingit. Dan Beliau memerintahkan wanita haid untuk menjauhi mushalla (tempat shalat) kaum muslimin". [Muttafaqun ‘alaih].

Dahulu, Rasululllah Shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa menjaga untuk mengerjakan shalat ‘Id. Ini merupakan dalil wajibnya shalat ‘Id. Dan karena shalat ‘Id menggugurkan kewajiban shalat Jum’at, jika ‘Id jatuh pada hari Jum’at. Sesuatu yang bukan wajib, tidak mungkin akan menggugurkan satu kewajiban yang lain. Lihat At Ta’liqat Ar Radhiyah, Syaikh Al Albani, 1/380.

Pendapat yang mengatakan bahwa shalat ‘Id adalah fardhu ‘ain, merupakan madzhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Begitu pula pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Dia mengatakan di dalam Majmu’Fatawa (23/161), sebagai berikut: “Oleh karena itu, kami merajihkan bahwa hukum shalat ‘Id adalah wajib ‘ain. Adapun pendapat yang mengatakan tidak wajib, adalah perkataan yang sangat jauh dari kebenaran, karena shalat ‘Id termasuk syi’ar Islam yang terbesar. Kaum muslimin yang berkumpul pada hari ini, lebih banyak daripada hari Jum’at. Demikian pula disyari’atkan pada hari itu untuk bertakbir. Adapun pendapat yang mengatakan hukumnya fardhu kifayah, tidak tepat”.

WAKTU SHALAT ‘IDUL FITHRI
Sebagian besar Ahlul Ilmi berpendapat, bahwa waktu shalat ‘Id adalah setelah terbitnya matahari setinggi tombak hingga tergelincirnya matahari. Yakni waktu Dhuha.

Juga disunnahkan untuk mengakhirkan shalat ‘Idul Fithri, agar kaum muslimin memperoleh kesempatan menunaikan zakat fithri.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dahulu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengakhirkan shalat ‘Idul Fithri dan menyegerakan shalat ‘idul Adh-ha. Sedangkan Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat berpegang kepada Sunnah. Dia tidak keluar hingga terbit matahari”. [Zaadul Ma’ad, 1/427].

TEMPAT MENDIRIKAN SHALAT ‘ID
Disunnahkan mengerjakan shalat ‘Id di mushalla. Yaitu tanah lapang di luar pemukiman kaum muslimin, kecuali jika ada udzur. Misalnya, seperti: hujan, angin yang kencang dan lainnya, maka boleh dikerjakan di masjid.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Mengerjakan shalat ‘Id di tanah lapang adalah sunnah, karena dahulu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa salalm keluar ke tanah lapang dan meninggalkan masjidnya. Demikian pula khulafaur rasyidin. Dan ini merupakan kesepakatan kaum muslimin. Mereka telah sepakat di setiap zaman dan tempat untuk keluar ke tanah lapang ketika shalat ‘Id”. [Al Mughni, 3/260].

TIDAK ADA ADZAN DAN IQAMAH SEBELUM SHALAT ‘ID
Dari Ibnu Abbas dan Jabir Radhiyallahu 'anhuma, keduanya berkata:

لَمْ يَكُنْ يُؤَذِّنُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَلاَ يَوْمَ الأَضْحَى.رواه البخاري ومسلم

"Tidak pernah adzan pada hari ‘Idul Fithri dan hari ‘Idul Adh-ha". [HR Al Bukhari dan Muslim]

Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ. رواه مسلم

"Saya shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada dua hari raya, sekali atau dua kali, tanpa adzan dan tanpa iqamat". [HR Muslim].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dahulu, ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sampai ke tanah lapang, Beliau memulai shalat tanpa adzan dan iqamat ataupun ucapan “ash shalatu jami’ah”. Dan yang sunnah, untuk tidak dikerjakan semua itu”. [Zaadul Ma’ad, 1/427].

SHIFAT SHALAT ‘ID
Shalat ‘Id, dikerjakan dua raka’at, bertakbir di dalam dua raka’at tersebut 12 kali takbir, 7 pada raka’at yang pertama setelah takbiratul ihram dan sebelum qira’ah, dan 5 takbir pada raka’at yang kedua sebelum qira’ah.

عن عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ سَبْعًا فِي الْأُولَى وَخَمْسًا فِي الْآخِرَةِ. رواه ابن ماجه

"Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir pada dua shalat ‘Id tujuh kali pada raka’at pertama, dan lima kali pada raka’at yang kedua". [HR Ibnu Majah].

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى سَبْعًا وَخَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَتَيْ الرُّكُوعِ. رواه أبو داود و ابن ماجه

"Dari Aisyah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir pada shalat ‘Idul Fithri dan shalat ‘Idul Adh-ha tujuh kali dan lima kali, selain dua takbir ruku". [HR Abu Dawud, Ibnu Majah. Lihat Irwa’ul Ghalil, 639].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Beliau memulai shalat ‘Id sebelum berkhutbah. Beliau shalat dua raka’at. Bertakbir pada raka’at yang pertama, tujuh kali takbir yang beruntun setelah takbir iftitah. Beliau diam sejenak antara dua takbir. Tidak diketahui dzikir tertentu antara takbir-takbir ini. Akan tetapi (ada) disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'anhu memuji Allah, menyanjungNya dan mengucapkan shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (diantara dua takbir tersebut), sebagaimana disebutkan oleh Al Khallal. Dan Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma merupakan seorang sahabat yang sangat tamassuk (berpegang teguh) dengan Sunnah. Beliau mengangkat kedua tangannya setiap kali takbir. Dan setelah menyempurnakan takbirnya, Nabi memulai qira’ah. Beliau membaca Al Fatihah, kemudian membaca surat Qaaf pada salah satu raka’at. Pada raka’at yang lain, membaca surat Al Qamar. Terkadang membaca surat Al A’laa dan surat Al Ghasyiyah. Telah sah dari Beliau dua hal ini, dan tidak sah riwayat yang menyatakan selainnya.

Ketika selesai membaca, Beliau bertakbir dan ruku’. Kemudian, apabila telah menyempurnakan raka’at yang pertama, Beliau bangkit dari sujud dan bertakbir lima kali secara beruntun. Setelah itu Beliau membaca. Maka takbir merupakan pembuka di dalam dua raka’at, kemudian membaca, dan setelah itu ruku’”. [Zaadul Ma’ad, 1/427].

APAKAH ADA SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH ‘ID?
Tidak disunnahkan shalat sunnah sebelum dan sesudah ‘Id. Disebutkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلًّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا. رواه البخاري

"Sesungguhnya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat ‘Idul Fithri dua raka’at, tidak shalat sebelumnya atau sesudahnya" [HR Al Bukhari].

Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Sama sekali tidak ada satu shalat sunnah saat sebelum atau sesudah ‘Id”. Kemudian dia ditanya: “Bagaimana dengan orang yang ingin shalat pada waktu itu?” Dia menjawab: “Saya khawatir akan diikuti oleh orang yang melihatnya. Ya’ni jangan shalat”. [Al Mughni, Ibnu Qudamah 3/283].

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Kesimpulannya, pada shalat ‘Id tidak ada shalat sunnah sebelum atau sesudahnya, berbeda dari orang yang mengqiyaskan dengan shalat Jum’ah. Namun, shalat sunnah muthlaqah tidak ada dalil khusus yang melarangnya, kecuali jika dikerjakan pada waktu yang makruh seperti pada hari yang lain". [Fath-hul Bari, 2/476].

Apabila shalat ‘Id dikerjakan di masjid karena adanya udzur, maka diperintahkan shalat dua raka’at tahiyyatul masjid. Wallahu a’lam.

APABILA SESEORANG TERTINGGAL DARI SHALAT ‘ID, APAKAH PERLU MENGQADHA?
Dalam masalah ini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan di dalam Asy Syarhul Mumti’ 5/208: "Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat tidak diqadha. Orang yang tertinggal atau luput dari shalat ‘Id, tidak disunnahkan untuk mengqadha’nya, karena hal ini tidak pernah ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan karena shalat ‘Id merupakan shalat yang dikerjakan dengan berkumpul secara khusus. Oleh sebab itu tidak disyari’atkan, kecuali dengan cara seperti itu".

Kemudian beliau Syaikh Ibnu Utsaimin juga berkata: "Shalat Jum’at juga tidak diqadha. Tetapi, bagi orang yang tertinggal, (ia) mengganti shalat Jum’at dengan shalat fardhu pada waktu itu. Yaitu Dhuhur. Pada shalat ‘Id, apabila tertinggal dari jama’ah, maka tidak diqadha, karena pada waktu itu tidak terdapat shalat fardhu ataupun shalat sunnah".

KHUTBAH ‘IDUL FITHRI
Dalam Shahihain dan yang lainnya disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ .رواه البخاري و مسلم

"Adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar ke tanah lapang pada ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adh-ha. Pertama kali yang Beliau kerjakan ialah shalat, kemudian berpaling dan berdiri menghadap sahabat, dan mereka tetap duduk di barisan mereka. Kemudian Beliau memberikan mau’izhah, wasiat dan memerintahkan mereka". [HR Al Bukhari dan Muslim].

Dalam masalah khutbah ‘Id ini, seseorang tidak wajib mendengarkannya. Dibolehkan untuk meninggalkan tanah lapang seusai shalat. Tidak sebagaimana khutbah Jum’ah, yang wajib bagi kita untuk menghadirinya.

Di dalam hadits Abdullah bin As Sa’id Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَالَ إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

"Saya menyaksikan shalat ‘Id bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika selesai, Beliau berkata: “Kami sekarang berkhutbah. Barangsiapa yang mau mendengarkan, silahkan duduk. Dan barangsiapa yang mau, silahkan pergi". [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah. Lihat Irwa’ul Ghalil 3/96]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Dahulu, apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyempurnakan shalat, Beliau berpaling dan berdiri di hadapan para sahabat, sedangkan mereka duduk di barisan mereka. Beliau memberikan mau’izhah, wasiat dan memerintahkan dan melarang mereka. Beliau membuka khuthbah-khutbahnya dengan memuji Allah. Tidak pernah diriwayatkan -dalam satu haditspun- bahwasanya Beliau membuka dua khutbah pada ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adh-ha dengan bertakbir. Dan diberikan rukhshah bagi orang yang menghadiri ‘Id untuk mendengarkan khutbah atau pergi". [Zaadul Ma’ad, 1/429].

APABILA HARI ‘ID BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT
Apabila hari ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka kewajiban shalat Jum’at bagi orang yang telah menghadiri ‘Id menjadi gugur. Tetapi bagi penguasa, sebaiknya memerintahkan agar didirikan shalat Jum’at, supaya dihadiri oleh orang yang tidak menyaksikan ‘Id atau bagi yang ingin menghadiri Jum’at dari kalangan orang-orang yang telah shalat ‘Id. Dan sebagai pengganti Jum’at bagi orang yang tidak shalat Jum’at, adalah shalat Dhuhur. Tetapi yang lebih baik, ialah menghadiri keduanya. [Lihat Ahkamul ‘Idain, Ath Thayyar, hlm. 18; Majalis ‘Asyri Dzil Hijjah, Syaikh Abdullah Al Fauzan, hlm. 107].

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau berkata:

قَدْ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ. رواه أبو داود و ابن ماجه

"Telah berkumpul pada hari kalian ini dua ‘Id. Barangsiapa yang mau, maka shalat ‘Id telah mencukupi dari Jum’at. Akan tetapi, kami mengerjakan shalat Jum’at". [HR Abu Dawud, Ibnu Majah]

MENGUCAPKAN SELAMAT PADA HARI ‘ID
Syaikhul Islam ditanya tentang mengucapkan selamat pada hari ‘Id. Beliau menjawab:

“Mengucapkan selamat pada hari ‘Id; apabila seseorang bertemu saudaranya, kemudian dia berkata تقبل الله منا ومنكم (semoga Allah menerima amal kebaikan dari kami dan dari kalian), atau أعاده الله عليك (semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda), atau semisalnya, dalam hal seperti ini telah diriwayatkan dari sekelompok diantara para sahabat, bahwa mereka dahulu mengerjakannya. Dan diperperbolehkan oleh Imam Ahmad dan selainnya. Imam Ahmad berkata,’Saya tidak memulai seseorang dengan ucapan selamat ‘Id. Namun, jika seseorang menyampaikan ucapan selamat kepadaku, aku akan menjawanya, karena menjawab tahiyyah hukumnya wajib. Adapun memulai ucapan selamat ‘Id bukan merupakan sunnah yang diperintahkan, dan tidak termasuk sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang mengerjakannya, maka ada contohnya. Dan bagi orang yang tidak mengerjakannya, ada contohnya juga". [Majmu’ Fatawa, 24/253, lihat juga Al Mughni, 3/294].
Wallahu a’lamu bish shawab.

Diselesaikan pada 15 Rajab 1425, bertepatan 30 Agustus 2004.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425/2004M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]

0

Why Use PHP and PostgreSQL as a Team?

Posted by dayad on 16.21 in ,
Free software is not free beer

At the beginning of the Internet age, many Web sites were based on Perl applications, which were using the CGI interface. With the help of the CGI interface, it is possible to use every programming language for generating HTML code on-the-fly. The programming language Perl is optimized for building text processors, so it is a great tool for building Web sites. HTML code is based on text, so dynamic pages can easily be generated. However, Perl was not designed to be a Web language. Especially when running Perl, using the CGI interface is very common. Other programming languages such as PHP can have several advantages over Perl because PHP has been optimized for the Web. Of course, you can use mod_perl, but an increasing number of people rely on PHP.

Both PHP and PostgreSQL are open source, which means that the source code of PHP and PostgreSQL can be used and distributed freely. Using open source software has several advantages:

Costs— You don't have to pay for the software, which helps reduce the total cost of your software projects.

Security— Free software is said to be more secure than commercial software. In many cases security updates for free software are available quickly, so severe security problems will not last a long time.

Information— When using commercial software, you might not know exactly what a certain component does. In this case free software will be helpful because you just have to look at the source code of PHP or PostgreSQL and you will find out what the code does.

Independence— Free software helps you to gain independence from software manufacturers. This is important because you need not follow the update path proposed by a big player in the software business.

Quality— In most cases free software contains high-quality code. People implementing open source are highly motivated, so free software offers stability as well as flexibility.

Freedom— Free software offers the possibility to modify the software to your needs. Features can be added easily, and in addition, you can optimize the software for your application.

The last point especially is truly an important one. "Free software is not free beer"—this is what Richard M. Stallman, the father of free software, has to say about open source. Freedom means that nobody can force you to stick to a concept and nobody threatens your personal freedom. If you have no chance to modify your software, your mind is not free and this must be avoided.

Today a variety of free databases are available. Many developers rely on databases such as MySQL. MySQL offers a special version of SQL that is not ANSI-SQL–compliant. Especially when porting MySQL applications to other databases, MySQL's incompatibility is a real problem because you might have to rewrite or at least modify major parts of your SQL code. In addition, PostgreSQL provides highly sophisticated features such as inheritance, triggers, and embedded languages.

In contrast to MySQL, PostgreSQL is ANSI SQL-92–compliant. Therefore porting applications to PostgreSQL is an easy task, and it is also possible to switch from PostgreSQL to a commercial database such as DB2 or Oracle.

PHP provides an easy-to-use interface to PostgreSQL. PHP's programming interface is built on PostgreSQL's libpq library. This library is used by all important programming languages such as Python, Tcl, or Perl and provides all the features you will need to build powerful database applications.

From book : PHP and PostgreSQL: Advanced Web Programming, by Ewald Geschwinde, Hans-Jürgen Schönig

6

Suka VS Duka Jadi Programmer

Posted by dayad on 09.37
.TT.

Suka VS Duka Jadi Programmer


Suka:
1. Setelah lulus kuliah, cari kerja gampang. Demand posisi programmer sangat tinggi beberapa tahun terakhir ini.

Duka:
1. Setelah kerja, belajar dan belajar dan belajar yang tidak pernah selesai. Ada teknologi baru, belajar. Ada yang baru lagi, belajar lagi. Intinya, ga pernah berhenti belajar. Cape deh... Kapan bisa bilang, "Get a life man..."

2. Deadline dan deadline dan deadline yang tiada pernah berhenti. Selesai satu projek, pindah ke projek lain. Selesai satu deadline, pindah ke deadline lain.

3. Kalau lagi senggang, trus browsing, trus dilihat bagian keuangan, trus dijutekin. "Emangnya gue ngegaji lo buat browsing... Ngapain kek. Kerja apa kek." Lah, kalau emang ga ada kerjaan, masa mo nyari-nyari kerjaan. Iseng amat.

4. Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk, perut buncit. Perut buncit, cewe lari

5. (Lagi)Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk, kena wasir. Kena wasir, lihat darah -> pingsan.

6. (Lagi)Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk dan banyak kerja, rambut jadi gondrong, berjenggot, berkumis sehingga penampilan jadi dekil. Penampilan dekil, cewe menjauh. Lagi-lagi cewe pada lari.

7. Posisi kerjaan hanya : Junior Programmer dan Senior Programmer. Sudah, mandek. Mo bisa punya mobil, otomatis cari side job
8. Kalau aplikasi buatannya eror, dicaci maki. Ga bakal dibayar. Kalau tidak muncul eror, dicari-cari sampai muncul. Duh, eror kok dicari-cari. Dah lah bayar aja invoice nya

9. Dah tahu kerjaannya didepan komputer, kantor masih saja nyuruh pake baju berkerah. Padahal, kalau ketemu klien, yang menghadapi mereka adalah orang marketing atau project manager. Duh... Risih

10. Program mau selesai, klien minta nambah ini itu. Katanya biar ini itu. Ga dikerjain, nanti bisa mengganggu operasional ini itu. Kalau ga dikerjain, ga mau dibayar. Kalau projek ga dibayar, gaji bisa telat. Jahat-jahatnya GAJI bisa ga dibayar.

...Dukanya banyak ternyata. So, jangan jadi programmer yah...

dari: http://adiwirasta.blogspot.com/2008/01/suka-duka-jadi-programmer.html

0

penangkal petir

Posted by dayad on 07.37 in , ,
mungkin untuk anda pernah bermasalah dengan petir sehingga listrik di kantor anda bisa rusak,,untuk mengatasi itu, anda perlu memasang penangkal petir. salah satu perusahaan yang menawarkan produk penangkal petir adalah PT Lancar Makmur Sejahtera
web nya bisa dilihat disini

Pada awal berdirinya perusahaan ini, PT Lancar Makmur Sejahtera hanya menjadi perusahaan distributor penangkal petir dari Lightning Protection International Pty Ltd Australia. Kemudian PT Lancar Makmur Sejahtera mengembangkan bisnisnya dengan menyediakan banyak produk-produk yang lain.

PT Lancar Makmur Sejahtera sudah berpengalaman lebih dari 11 tahun dalam dunia bisnis penangkal petir. Sejak awal berdirinya perusahaan ini, perusahaan ini sudah banyak membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya dibidang security system dan penangkal petir seperti lightning protection system (specialist : external protection system, internal protection system, grounding system), infrared (investigation service), security alarm, cathodic protection, electrical, instrumentation dan telecommunication.
web nya bisa dilihat disini

0

Surat Ar rahman

Posted by dayad on 05.31 in
Surat Ar Rahman adalah surat ke 55 di Alquran. Kenapa saya ingin membahas surat ini, karena seminggu lalu kakak sepupu saya dilamar dengan ayat ini sebagai mahar nikah. Sungguh membuat orang terseduh. "Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?" Allah SWT mengulang2 pertanyaan ini. Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?

tahukah kamu, ayat yang ke-19 membuktikan kewujudan 2 sungai di selatan africa berdekatan dengan Cape Town yang mengalir ke dalam laut yang sama. Namun, air kedua-duanya tidak bercampur rasanya dimana sebahagian laut berasa masin dan sebelah lagi berasa manis.Sungai dan laut ini hanyalah detemui pada awal abad ke 20 oleh manusia tetapi telahpun dinyatakan oleh Allah di dalam Al-Quran nya sebelum 1400 tahun dahulu lagi.Subhanallah....

surah ini menerangkan kekuasa &kebesaran allah s.w.t dan hendaklah kamu tidak mendustai Nya dan hendaklah taat mengikuti perintah Nya.(solat)amin

Tahu kah anda semua bahawa ada sebuah band barat yang menggunakan surah ini sebagai intro konsert mereka.. and ini bernama Lamb Of God.. Peristiwa ini dapat di lihat melalui laman Youtube dengan nama "Lamb Of God - Laid To Rest Live (Killadelphia)" youtube


Menurut survey yang dilakukan oleh akhwat fillah bahwa setiap pernikahan para aktivis dakwah ternyata kebanyakan calon istrinya memilih surat ar rahman sebagai mahar pernikahan,apa istimewanya surah ar rahman,kenapa bukan surat-surat yang lain yang masih banyak seperti surat an nur umpanya atau surat lain yang lebih erat kaitannya dengan moment pernikahan,nah dari beberapa survey yang dilakukan ada beberapa alasan dari para istri aktivis dakwah yang memilih surah ar rahman :
1.ada yang mengatakan karena surah ar rahman penuh dengan pertanyaan Allah nikmat manakah lagi yang akan kita dustakan,karena pernikahan adalah menyempurnakan separuh din dan mungkin masih banyak akhwat yang lebih tua dari kita belum dikaruniakan Allah pendamping maka kita sangat bersyukur akan sebuah pernikahan maka mahar surat ar rahman rasanya sebagai pengingat untuk kita supaya selalu mensyukuri nikmat Allah yang begitu banyak.
2.ada yang mengatakan karena ingin meringankan calon suami,karena kata Rosulullah bahwa sebaik-baik mahar itu yang memudahkan (gimana kalau ikhwannya gak hafal J) jadi kayaknya mahar ayat al qu;an lebih afdhol.
3.alasan ketiga ada yang simple tapi lucu…terinspirasi dari novelnya kang abik ayat-ayat cinta
4.ada yang memang sangat menyukai surah ar rahman yang bercerita tentang bidadari yang di pingit,bahkan ada akhwat yang mengatakan dia tidak mau di hargai dengan apapun,baik cincin,uang atau materi apapun sebagai mahar tapi dia akan sangat bahagia kalau dirinya dibeli dengan surah ar rahman,subhanallah…
5.surat ar rahman ayatnya pendek-pendek dan juga diselingi dengan pertanyaan Allah akan nikmat-nikmatnya yang mana lagi yang kita ingkari,dan pengulangan kata-kata itu tidak terdapat pada surah yang lain,terdapat sekitar 31x pengulangan kata fa biayyi ‘alaa irobbikumaa tukazziban(maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?)
6.alasan lain yang di terima akhwatfillah adalah akhwat memilih surah ar rahman sebagai mahar untuk memotivasi hafalan qur’an sang suami,karena ada bebrapa akhwat yang kadang membuat target berapa juz minimal hafalan calon pendampingnya,maka salah satu permintaannya mahar hafalan surah ar rahman.
7.alasan akhwat yang lain karena dalam surah ar rahman Allah memberikan deskripsi tentang surga dan kenikmatannya,berupa buah-buahan,warna surga yang hijau juga bidadari yang sangat cantik disurga,yang katanya memotivasi para calon suami dan istri untuk senantiasa menjalankan roda rumahtangga dengan orientasi akhirat,yang akhwat terinspirasi menjadi istri terbaik yang menyaingi bidadari surga,yang ikhwannya terinspirasi berjihad tiada henti sampai syahid menjemput dan mendapatkan bidadari surga

0

udah buat apa sih?

Posted by dayad on 18.34
Pada abad pertengahan dengan metoda tsb Newton berhasil merumuskan hukum gerak benda, bulan, planet dll dalam hukum alam yang dikenal sebagai hukum Newton dan hukum gravitasinya. Maxwell berhasil merumuskan hukum yang dapat menjelaskan semua gejala listrik dan magnet yang merupakan dasar untuk berkembangnya teknologi telekomunikasi . Carnot, Clausius, Kelvin,Planck dll dapat merumuskan hukum termodinamika. Hukum alam yang dikenal sebagai hukum fisika klasik ini memperkaya pengetahuan manusia mengenai kosmos yang digambarkan sebagai gerak benda dalam ruang dan waktu yang absolut. Dalam fisika klasik berlaku hukum kausalitas , segala kejadian ditentukan oleh keadaan sebelumnya (deterministic).
Dengan memakai istilah ilmu komputer : ilmuwan pada jaman itu mengharapkan segala gejala alam terkomputerisasi (computable) atau dapat disimulasikan dengan bantuan komputer. Hukum alam itu menjadi landasan tercetusnya teknologi yang dikenal sebagai revolusi industri I : mesin menggantikan otot.

Revolusi industri I ini membawa perubahan pola hidup yang sangat besar bagi umat manusia. Tumbuhnya kota besar yang merupakan pusat industri dan perdagangan menimbulkan perpindahan penduduk dari daerah pertanian ke kota besar (urbanisasi). Di samping efek yang positif timbul juga efek yang negatif : tumbuhnya teknologi yang memboroskan pemakaian sumber alam dan timbulnya pencemaran/polusi. Terjadinya kelompok yang mempunyai modal besar dan menguasai teknologi yang dapat mengumpulkan kekayaan yang besar dan kelompok buruh dan petani yang umumnya tetap miskin.

Gejala dalam dunia mikroskopik memaksa Schroedinger, Heisenberg dll. merumuskan mekanika kuantum . Mekanika kuantum memberi gambaran yang lain dibandingkan dengan mekanika klasik : elektron bukan partikel, bukan gelombang tetapi pargel (partikel-gelombang).

Mekanika kuantum menjadi dasar berkembangnya semikonduktor, mikroelektronik, fotonik, laser, teknologi material, yang melandasi komputer modern dan membawa tercetusnya teknologi modern yang dikenal sebagai revolusi industri II : komputer menggantikan otak. Lebih lanjut lagi penggabungan kemampuan komputer dan telekomunikasi yang dikenal sebagai telematika membawa perubahan yang besar bagi kehidupan manusia. Tumbuhnya perusahaan raksasa dalam bidang telematika atau yang memanfaatkan telematika yang kekayaan dan kekuasaanya sangat besar.

Besar kecepatan cahaya konstan diamati dari kerangka pengamatan mana pun juga, menggugah Einstein merumuskan teori relativitasnya berdasarkan dua postulat yang sederhana : I. Besar kecepatan cahaya dalam ruang hampa tetap c, diukur dari sistem kordinat mana pun juga. II. Hukum alam harus dinyatakan dengan persamaan matematik yang kovarian terhadap transformasi sistem koordinat dari pengamat. Deduksi dari kedua postulat ini menghasilkan hukum kesetaraan massa dan energi : E = m c2 yang menjadi dasar dari teknologi nuklir.

Perkembangan selanjutnya teori relativitas, teori medan terpadu, teori kuantum gravitasi, dilanjutkan dengan teori string, teori-M merupakan pengembangan teori fisika untuk memadukan teori medan listrik-magnet, medan nuklir kuat, lemah dan gravitasi menjadi satu teori. Teori ini berhasil mengungkapkan keadaan awal ruang-waktu atau awal alam semesta yang mengembang yang dikenal sebagai Dentuman Akbar (Big Bang) yang diikuti dengan timbulnya berbagai partikel, atom, molekul sehingga terjadinya galaksi, matahari , dan bumi yang memungkinkan timbulnya kehidupan.


terus pertanyaannya saya udah nyumbang apa?


0

For smoker,,I think, this is permitted-halal hehe

Posted by dayad on 22.55
Study: E-Cigarettes Fail at Nicotine Delivery, No Better Than Unlit Cigarette
Jason Mick (Blog) - February 10, 2010 11:42 AM


Despite popularity, the questions about e-cigarettes may not be all they are cracked up to be


Last year we wrote on the health risks associated with electronic cigarettes, commonly known as "e-cigarettes". The devices have been billed as "healthy living" products and as a tool to help smokers quit their addiction. Advocates say that since electronic cigarettes simply give smokers a vapor with nicotine and no burned chemicals, that they are relatively safe.

Those claims may be inaccurate, though. Last March, the Food and Drug Administration banned imports of the devices, which are largely manufactured in China. The FDA wants to investigate health concerns. Namely, the FDA found that chemical formulas for the smoky vapor often contained dangerous components; at least one manufacturer used diethylene glycol as a key ingredient, a chemical commonly used in antifreeze and toxic to humans.

Now a new study adds to the doubts about e-cigarettes, indicating that they are about as successful at delivering nicotine as puffing on an unlit cigarette. Dr. Thomas Eissenberg at the Virginia Commonwealth University led the study. The study involved 16 participants and extensively monitored nicotine levels in the body and heart rates when using both traditional and electronic cigarettes.

The study, the first study of e-cigarettes to be conducted by U.S. doctors, found that almost no nicotine was actually delivered by the devices and instead users were actually inhaling a nicotine-devoid toxic vapor of compounds like diethylene glycol or nitrosamines, a family of cancer-causing nitrogen compounds.

Describes Dr. Eissenberg, "They are as effective at nicotine delivery as puffing on an unlit cigarette. These e-cigs do not deliver nicotine. Ten puffs from either of these electronic cigarettes with a 16 mg nicotine cartridge delivered little to no nicotine."

The study was funded by the National Cancer Institute and will soon be published in the journal Tobacco Control, a product of the British Medical Journal Group.

Nicotine has some beneficial health effects, particularly for the mentally ill, so it is disappointing that e-cigarettes appear unable to deliver the compound.

Despite the mounting criticisms, many e-cigarette users stand by the product. Jimi Jackson, a former tobacco smoker in Richmond, Virginia, who sells electronic cigarettes, comments, "I smoked 37 years, and when I found them, I was, like, 'Thank, you Jesus.'"

The FDA is currently being sued by a company called "Smoking Everywhere" that imports e-cigarettes from China. The company wants the FDA to lift the ban on e-cigarette imports. The company's court filings reveal just how popular the devices are -- the company sold 600,000 e-cigarettes in a year via the company's network of 120 distributors in the United States.

Why should the FDA lift its ban? According to Washington lawyer Kip Schwartz, representing "Smoking Everywhere", "We are on the verge of going out of business, which is why we are suing the FDA in U.S. District Court."

source : www.dailytech.com

2

belajar JST lagi,,hehehe

Posted by dayad on 21.57 in
Jaringan Syaraf Tiruan adalah suatu cara pembelajaran dengan meniru cara kecerdasan manusia. Tapi yang harus di bawahi adalah kemampuan belajar jaringan syaraf tiruan adalah terbatas, jadi tidak bisa melakukan segalanya.
Proses pembelajaran jaringan syaraf tiruan terbagi menjadi dua, encode (menyimpan pengetahuan) dan decode (menanggapi dan memproses data yang masuk). Encode sendiri juga terbagi menjadi dua, supervised learning (pembelajaran yang dibimbing) dan unsupervised learning (tidak dibimbing). Sedangkan decode juga terbagi dua, feedforward dan feedback. Dalam konsep supervised learning masukan dan keluaran ditentukan oleh pembuat atau pengajarnya, dalam proses tersebut JST akan menyesuaikan prosesnya...bersambung hehe,,ngantuk

2

Strange is The Song in Our Conversation - Monkey To Millionaire

Posted by dayad on 15.39
Walking on the edge of an empty pool
That we thought it was cool
We lower down our voices
We're holding our laughs
Cos the moon are standing there without a noise

You're asking 'bout a boyfriend and girlfriend thing
Into our late night conversation
You sounded like you're so interested, so I feel like
I want to share it with you

After few hours of our conversation
You told me, you only sleep when there's someone singin'
So I sing to you a song called a "STRANGE"

Then I heard no more words
Coming out from you
Then I heard no more words
Coming out from you
"Strange" is the song in our conversation
"Strange" is the song in our conversation

Couple of stories has already been told
and few things about has already been told
You're sound so quiet so I whisper to you
Well I guess that you have found your own world yeah

Couple of stories has already been told
and few things about has already been told
You're sound so quiet so I whisper to you
Well I guess it's time to end it so I said to you
"I hope that we could talk again someday"

After few hours of our conversation
You told me, you only sleep when there's someone singin'
So I sing to you a song called a "STRANGE"

Then I heard no more words
Coming out from you
Then I heard no more words
Coming out from you
"Strange" is the song in our conversation
"Strange" is the song in our conversation

After few hours of our conversation
You told me, you only sleep when there's someone singin'
So I sing to you a song called a "STRANGE"

Then I heard no more words
Coming out from you
Then I heard no more words
Coming out from you
"Strange" is the song in our conversation
"Strange" is the song in our conversation

0

society

Posted by dayad on 21.14
It's a mystery to me
We have a greed
With which we have agreed
And you think you have to
Want more than you need
Until you have it all
You won't be free
Society
You're a crazy breed
I hope you're not lonely
Without me
When you want more than you have
You think you need
And when you think more than you want
Your thoughts begin to bleed
I think I need to find a bigger place
Cause when you have
More than you think
You need more space
Society
You're crazy breed
Hope you're not lonely
Without me
There's those thinking more less
Less is more
But if less is more
How you keepin score?
Means for every point you make
Your level drops
Kinda like you're startin from the top
And you can't do that
Society
Have mercy on me
I hope you're not angry
If I disagree
Society
Crazy indeed
Hope you're not lonely
Without me

Copyright © 2009 dayad-t All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.